Paradoks dalam Dunia Teknologi Informasi (IT Paradox)

Sebelum membahas mengenai IT Paradox, apakah arti dari “Paradox (Paradoks)” itu sendiri? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Paradoks adalah pernyataan yg seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran. Paradoks dapat diartikan juga sebagai kontradiksi. Bagaimana dengan paradoks dalam dunia teknologi informasi? IT Paradox merupakan kontradiksi yang muncul di dunia IT.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa IT telah membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan kita. Hal-hal yang dulu sepertinya tidak mungkin, dengan adanya IT dapat menjadi mungkin, yang dulu sulit kini menjadi mudah, yang dulu lama kini menjadi cepat. Akan tetapi, dibalik dampak-dampak positif tersebut, muncul kontradiksi/paradoks yang dapat dibilang merupakan dampak negatif dari IT itu sendiri.

Sebagai contoh yaitu penggunaan robot dalam bidang industri, misalnya dalam hal perakitan mobil. Dengan menggunakan robot, efisiensi kerja dapat meningkat yang pada akhirnya dapat menekan biaya produksi. Meskipun investasi untuk pembelian robot tersebut cukup besar, tetapi karena produktifitas yang dihasilkan sangat jauh meningkat apabila dibandingkan menggunakan tenaga manusia, maka banyak perusahaan yang kini menggantikan tenaga kerja manusia dengan robot. Hal ini banyak dilakukan oleh perusahaan di Jepang, Jerman, Amerika, dan Spanyol. Akibatnya banyak tenaga kerja yang menjadi pengangguran. Paradoks dalam hal ini yaitu meskipun robot dapat meningkatkan produktivitas perusahaan, akan tetapi keberadaannya yang menggantikan tenaga kerja manusia dapat meningkatkan jumlah pengangguran.

Contoh lain yaitu dengan adanya ATM (Automated Teller Machine / Anjungan Tunai Mandiri), kini orang tidak perlu antri di bank untuk mengambil uang, menabung, ataupun transfer. Bahkan kini sudah terdapat ATM untuk setor tunai. Mengingat jumlah ATM yang kini sudah tersebar, hal ini tentunya sangat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi banking (transfer, tarik tunai, pembayaran listrik, pembayaran telepon, isi pulsa, dan lain sebagainya) tanpa harus datang ke bank. Akan tetapi tanpa kita sadari, kita tidak dapat menghitung berapa investasi yang dikeluarkan oleh bank yang bersangkutan untuk pengadaan satu ATM saja, mulai dari pengadaan mesin, jaringan, maintenance, perawatan, dan lain sebagainya. Inilah paradoks yang timbul dalam hal ini. Segala sesuatu hal, pasti terdapat sisi positif dan negatif. Dan segala sesuatunya tidak hanya diukur dari segi ekonomi saja, akan tetapi kepuasan pelanggan, kesetiaan pelanggan, merupakan suatu investasi jangka panjang yang tidak dapat dilihat hasilnya secara instan.

About these ads

Perihal chanifindah
Blog ini sekedar tempat corat-coret dan berbagi informasi.

2 Responses to Paradoks dalam Dunia Teknologi Informasi (IT Paradox)

  1. mudaaris mengatakan:

    bagus bu dosen, jd inget jaman kuliah dulu :-)

  2. cah ndeso mengatakan:

    The real fresh blog! Memang semuanya punya sisi positif dan negatinya, termasuk penerapan TI, tapi TI akan menjadi sangat menjadi sangat kontradiktif jika implementasinya hanya sebatas ngikuti trend tanpa diimbangi dengan konsep pengembangan dari sisi brainware, software dan hardware. Penerapan TI cuma sekedar kuat diteori tanpa diimbangi kualitas keahlian mungkin juga bisa jd faktor. mungkin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: